Cowok Tidak Boleh Nangis!

Bismillah..
Sepertinya sudah terlalu sering kita dengar komentar begini kalau ada anak lelaki yang nangis:

“Cowok kok, ga boleh nangis. Cowok harus kuat, ga boleh cengeng..”

Rayyis pun beberapa kali pernah dapet komentar begitu.
Saya selalu membiarkan Rayyis menangis (padahal suara tangisnya memang kalau lagi heboh melengking seperti mau diculik :p). Baca lebih lanjut > “Cowok Tidak Boleh Nangis!”

Cara Komunikasi dengan Balita

Bismillah…

Ini salah satu adegan klise yang mungkin sering kita temui di sebuah pusat perbelanjaan:

Anak: Bunda, eskriiiim..
Ibu: Ga usah nak, nanti batuk..
Anak: Eskriiiim… (bersikeras)
Ibu: Tidak usah..,
Anak: Eskriiiim, eskriiiiiiim… (semakin ngotot,setengah berteriak)
Ibu: Udah Bunda bilang ga usah! (Ga kalah ngotot)
Anak: Eskriiiiim, mau eskriiiiiim!!! (Teriak-teriak membahana)
Ibu: Kamu kok ngeyel sih, Bunda tinggal aja ya! Baca lebih lanjut > “Cara Komunikasi dengan Balita”

The Power of Father (Part 2)

Bismillah.
Mengapa peran Ayah penting dalam mendidi anak?
Dan mengapa dialog Ayah dan Anak adalah salah satu sarananya?
Konon katanya suara Ayah yang berat dan ngebas cocok untuk menyampaikan instruksi, dibandingkan suara Ibu.
Kalau kesimpulan saya, bagian Ayah adalah menyampaikan visi dan filosofi hidup. Perkataan seorang Ayah membekas di jiwa. Perkataan Ayah -yang baik tentunya- akan menguatkan dan meneguhkan jiwa anak. Baca lebih lanjut > “The Power of Father (Part 2)”