Seminar “Being Creative Parents for Happier Children”

13177583_10207956185094468_1178281152823081151_nAlhamdulillah Ahad lalu 22 Mei 2016, saya diberi kesempatan untuk mempresentasikan bahasan mengenai Being Creative Parents for Happier Children. Acara seminar digarap oleh adik-adik angkatan saya di Nuansa Psikologi UGM dan diadakan pula di kampus. Bahagia dan bersyukur rasanya bisa berbagi ilmu yang hanya sedikit ini kepada Ayah Bunda dan calon Ayah Bunda yang datang. Baca lebih lanjut > “Seminar “Being Creative Parents for Happier Children””

Teruntuk Ibu, yang tengah Galau ❤️

“Anakku kenapa sih kok ga bisa anteng kayak anaknya si itu?”
“Kok anakku senengnya main sendiri ga kayak temen2nya?”
“Anakku ini kok penakut, takut ini takut itu, kayak gitu aja kok takut. Nanti gimana gedenya?”
“Anak ini, susah banget dibilangin! Apa iya mesti ngomel2 terus…”
“Udah gede kok masiiih aja manja! Apa2 maunya sama Bunda. Kapan mandirinya?”

Aduh, aduh soal anak memang terkadang bikin galau ya Bu. Kepikiraaan terus.
Wahai Ibu, tak apa merasa galau. Tak apa sesekali baper. Tetapi Bu… Mohon ya walau galau ada beberapa hal yang perlu selalu dan selalu kita ingat. Baca lebih lanjut > “Teruntuk Ibu, yang tengah Galau ❤️”

Siblings Love (2)

Bismillah.
Di sebuah pertemuan yang cukup akrab, topik mendadak menjadi seru sekali membicarakan bagaimana rasanya punya adik.
“Iya keponakan saya yang itu bilang kalo punya adik tu ga enak… Makanya anak saya juga masih belum mau ni jadi kakak…”
“Lha itu ada tetangga saya, masa anaknya bilang adek dikasih ke orang lain aja…. Hehehe”

Mendengar percakapan itu saya bergeming & merenung. Beginikah yang sudah terlanjur tertanam di pikiran kebanyakan orang? Memang iya punya adek itu sengsara?
Bagaimana jika sebaliknya? Bagaimana jika punya adik itu justru kebahagiaan bertambah? Jadi punya temen main, jadi punya seseorang untuk disayangi? Baca lebih lanjut > “Siblings Love (2)”

KAMU KOK BERTINGKAH, NAK? : Mengelola Balita Emosi & Fisik

Bismillah.
Pada balita, entah itu tantrum, tidak mau menurut, melawan, memukul, merusak, teriak2… yang bisa saya simpulkan sepanjang pengamatan saya bertahun2 sebagai edukator & sebagai ibu penyebabnya adalah: ada kebutuhan anak baik fisik maupun psikologis yang tidak terpenuhi atau tidak tepat pemenuhannya. Baca lebih lanjut > “KAMU KOK BERTINGKAH, NAK? : Mengelola Balita Emosi & Fisik”

MEMBASMI RENGEKAN DI PAGI HARI : Mengatasi Anak Merengek

“Wuaaaaa… Bundaaaaa…”
Whining in the morning. Begitulah, beberapa waktu lalu Rayyis si anak ‘besar’ masih saja bangun pagi dengan kondisi menghebohkan seisi rumah. Merengek mencari Bunda di kala saya biasanya sedang sibuk2nya memasak atau mencuci.
Beberapa kali dimotivasi dengan berbagai cara tidak ampuh.

Terinspirasi dari satu teknik yang diceritakan Prof. Martin Seligman di bukunya Authentic Happiness, pagi itu berbekal pensil dan kertas saya bertekad akan membasmi rengekan2 pagi hari, demi kedamaian pagi di rumah ini ?. Sebuah teknik komunikasi sederhana yang dipraktekkan istri Prof. Seligman untuk membujuk anaknya. Baca lebih lanjut > “MEMBASMI RENGEKAN DI PAGI HARI : Mengatasi Anak Merengek”