Ayah Bunda, Ayo Main!

Diposting 10 September 2016  |  Dalam kategori Uncategorized

Ayah Bunda,
Maukah engkau duduk sebentar bersamaku disini, bermain denganku?
Ada yang ingin kutunjukkan padamu, ada yang ingin kuceritakan padamu tentang mainanku.
Apakah engkau tahu, aku sudah menunggu-nunggu sedari tadi, bahkan terkadang menanti-nanti sepanjang hari.

Ayah Bunda,
Bolehkah kuminta sedikit waktu diantara kesibukanmu untuk bermain denganku?
Hanya sebentar saja tanpa tatapanmu pada gadget, tanpamu terburu-buru berkegiatan yang lain, tanpa lamunanmu pada pekerjan-pekerjaanmu.

Ayah Bunda,
Mainan yang engkau belikan yang itu, yang engkau bawakan dahulu, sungguh bagus, aku sungguh suka. Sungguh! Tetapi jadi tanpa arti, tidak asyik,, tidak seru tanpa dirimu bermain denganku.

Ayah Bunda,
Mungkin bagimu bermain denganku tidak segenting urusan-urusanmu, tidak sepenting tugas-tugasmu…
Tetapi Ayah Bunda, ketahuilah dengan bermainlah langkah awalku untuk berkarya, dengan bermain aku berlatih menjadi maestro, bermain adalah bagian dari perjalananku menjadi profesional!
Dan engkau Ayah Bunda-ku, orang-orang yang terpenting dalam hidupku yang begitu kuharap untuk membersamai, mendampingi…

Ayah Bunda,
Bolehkah diantara lelahmu, kuminta sedikit kelegaan untuk kuajak masuk ke dunia bermainku yang penuh imajinasi, penuh mimpi… Mendengarkan gagasan-gagasan brilianku… Pemikiran-pemikiran ajaibku, yang hanya ingin kubagi denganmu, idolaku.
Ketahuilah Ayah Bunda, jika engkau sepenuh hati ada buatku, akupun akan mendengarkan nasihat-nasihatmu, wejangan-wejanganmu dengan seksama.

Ayah Bunda,
Maafkan tingkahku yang merepotkanmu, maafkan sikapku yang menguji kesabaran. Sungguh tak pernah ada maksud membuatmu marah, sedih, atau kecewa.
Tingkahku hanya ekspresi kerinduan akan kebersamaan, penantian akan perhatian yang tak diduakan, ingin saat-saat kita begitu serunya tenggelam dalam permainan terulang lagi…

Ayah Bunda,
Apakah engkau tahu mengapa aku tidak mau bermain sendiri, selalu dan selalu ingin ditemani , selalu dan selalu ingin dibacakan buku, selalu dan selalu ingin bersamamu…?

Ayah Bunda, ketahulaih…. yang kubutuhkan dimasa kritis pertumbuhan diriku ini sederhana, sederhana saja… kehangatan menghabiskan waktu bersamamu, kenyamanan dengan hadirmu, perasaan bahwa aku ini dicintai, bahwa aku ini penting, seremeh apapun, tak peduli apa mainannya, tak peduli seberapa keren aktivitasnya.

Ayah Bunda,
Masaku bermain, masaku kecil sebentar lagi akan lewat. Kapan lagi aku bisa menikmatinya bersamamu, orang yang paling kucinta?

Yogyakarta, 23 Juli 2016
Bunda Rayyis dan Alyas, yang masih harus banyak belajar mengelola energi, waktu, & prioritas untuk mendampingi.

Penting dibaca dari Centre on the Developing Child Universitas Harvard:
“Hubungan yang berkualitas (nurturing) dan stabil dengan orang-orang penting (orang tua dan caregiver lain) di sekitar anak di tahun-tahun pertama kehidupannya adalah PONDASI, berpengaruh terhadap perkembangan diri anak secara luas & jangka panjang sampai dewasa: kepercayaan diri, kesehatan mental, motivasi belajar, prestasi di sekolah dan di bidang kehidupan lain, kemampuan untuk mengontrol agresi dan mencari solusi tanpa kekerasan, mengetahui perbedaan baik dan buruk, mempunya kemampian membina hubungan yang intim dan langgeng dengan orang, dan pada akhirnya, menjadi orang tua yang sukses”
http://developingchild.harvard.edu/science/key-concepts/brain-architecture/

Pic: Harapan Rayyis yang terungkap waktu family gathering : Aku cuma pengen main sama Bunda.
Keinginan, kebutuhan anak sederhana. Tetapi berpengaruh jangka panjang ke seluruh hidupnya. Semoga Allah memampukan mendampingi buah hati dengan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *