Ayah Bunda, Siapkah Untuk Bersabar?

b914850c74ad9487cd66715856eee4d2
Jika kita mengetahui bahwa tahun-tahun pertama kehidupan ananda adalah masa emas perkembangan nalar juga pondasi pembentukan karakternya, tentu kita akan lebih berdedikasi mendampingi…
Jika kita mengetahui bahwa bentakan kita akan menghancurkan berjuta sel-sek otak ananda yang sedang bertumbuh, tentu kita akan lebih diam & menahan diri kala tingkah ananda makin menjadi…
Jika kita mengetahui¬†kasih sayang yang hangat akan jadi ‘pupuk’ terbaik bagi perkembangan otaknya, sel-selnya menjadi terjalin dengan indahnya, tentu kita akan melegakan hati untuk bersabar..

Jika kita menyadari,

bahwa masa kecil anak yang merepotkan ini hanya sebentar tetapi berpengaruh pada seluruh hidupnya, tentu kita akan rela berpayah-payah membersamai…

Jika kita menyadari,
bahwa setiap pertengkaran anak-anak adalah ayat dari Allah yang mengandung hikmah, peluang pembelajaran akan pengelolaan konflik-negosiasi-bersikap adil-seni meredam emosi, tentu kita akan lebih bersiap juga bersabar mengawal resolusi antar saudara ini…
Jika kita menyadari ketidaksiapan kita mengemban profesi orang tua yang harusnya dijalankan dengan profesional layaknya kita sekian tahun berjuang jadi sarjana, tentu kita akan mawas diri terus belajar terus evaluasi amanah seumur hidup ini…
Jikalau kita menyadari bahwa tingkah polah anak adalah cerminan diri, tentu kita akan langsung merenung mengevaluasi apa saja sikap perbuatan kita yang sudah terekam pada anak..
Jika teriakan anak menyesakkan maka siapa yang sebelumnya juga berbicara dengan berteriak2?
Jika anak enggan diminta melakukan sesuatu maka siapa yang sebelumnya menunda2 memenuhi permintaan anak?
Jika kita menyadari bahwa malaikat sedang mencatat setiap detil lelaku pengasuhan kita entah sebagai amal kebaikan atau malah dosa keluputan dan kelalaian, tentu kita akan bersungguh-sungguh menata diri dalam perkara pengasuhan…
Jika kita menyadari…
Bahwa kelak Allah akan bertanya sejauh apa ikhtiar dan keistiqomahan kita mendidik jiwa-jiwa yang Dia titipkan pada kita, yang jadi amanah berat bukannya sekedar status apalagi buat lucu2an dibanggakan, tentu kita akan serius menentukan langkah-langkah pendidikan anak…
Jika kita menyadari bahwa kalimat pada doa “kamaa robbayaani soghiiro” memang sebuah penekanan ¬†dari Allah akan pentingnya pengasuhan anak masa kecil, tentu kita akan lebih ikhlas berlelah-lelah mengkhidmati…
Karena tentu kita ingin Allah sayang pada kita sedalam sayang kita pada anak, saat mereka kecil…
Jika kita meyakini bahwa sebuah pekerjaan kebaikan yang dilakukan all out dedicated ikhlas karena Allah tidak bisa dibayar seberapa banyak pun rupiah – hanya Allah yang sanggup membalas dengan hal yang kitapun tak mampu membayangkan, maka… Kita akan lebih ikhlas mencurahkan setiap tetes keringat dan air mata mengasuh mendidik mengajari sang buah hati…
Jazakumullah bil jannah… Semoga Allah balas dg surga-Nya…
Ayah Bunda, adakah kita menyadari ini?
Ayah Bunda, apa yang akan kita jawab di hadapan-Nya?
Ayah Bunda, apa saja yang sudah kita upayakan?
Catatan selfreminder Bunda Rayyis Alyas
Jogja, 7 Februari 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *