Ice Cream Day : Mengajari Anak Mengelola Keinginan

Diposting 5 December 2015  |  Dalam kategori Uncategorized

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Hari Jumat (& Selasa) adalah hari2 yang selalu ditunggu2 Rayyis. Karena di hari2 itu Rayyis diperbolehkan makan es krim (atau minum susu UHT). Ehehe, itupun cuma di mangkok kecil 1/2 scoop.
Sudah sekitar sebulan lebih kami menerapkan ini, sejak Rayyis umur 2 tahun 4 bulan. Awalnya batasan seperti ini diterapkan karena Rayyis alergi pada dairy product.

Sempat ada yang mengasihani Rayyis karena kami menerapkan ketegasan seperti itu, tetapi nyatanya setelah dijalani terus disiplin seperti ini malah banyak manfaatnya. Ini disiplin sederhana dan tidak mutakhir tetapi kadang2 orang tua lupa kalo yang beginian efektif dan bisa mulai diterapkan pada batita. Pada orang dewasa pun masih efektif juga diterapkan lho, hehe.

Apa manfaatnya?
1. Anak paham bahwa tidak setiap yang diinginkannya langsung bisa dipenuhi. Anak belajar menunggu dengan sabar, belajar menahan diri. Keterampilan menunda kesenangan ini perlu dilatih sejak kecil. Skill ini yang di bukunya Daniel Goleman “Emotional Intelligence” diungkapkan menjadi salah satu penentu seorang anak nantinya akan sukses di masa depannya.

2. Anak jadi mengenal nama-nama hari. Rayyis udah hafal hari Senin sampe Minggu cuma belum bisa mengurutkannya dg benar hehe.

3. Ada sebuah penelitian mengenai orang2 yang diet coklat. Penelitiannya kira2 begini: Grup pertama sama sekali tidak makan coklat, grup kedua tetap makan coklat walaupun dibatasi. Grup pertama end up ‘balas dendam’ di kemudian hari dg makan coklat yg banyak, diet gagal. Grup kedua tetap bertahan dg pola seperti itu dan dietnya terjaga.
Jadi bisa disimpulkan, membolehkan sesuatu yg sebenarnya dalam jumlah tertentu tetap aman lebih efektif merubah perilaku daripada melarang dg kaku, tidak boleh sama sekali.

4. Tidak ada lagi rengekan, rajukan, apalagi tantrum. Ternyata batita2 pintar kita juga bisa konsekuen mengikuti aturan. Asal kita sebagai orang tua juga selalu berusaha menepati janji.
Saya terkesan dg cerita seorang Ayah yang mau membelikan mainan anaknya apa saja tapi hanya tiap tanggal 10. Si Ayah ini pernah sempat kelupaan karena seharian pergi ke luar kota. Tapi si kecil tentu ga lupa, begitu si Ayah dateng hampir tengah malam janji ditagih, dan si Ayah konsekuen mengantarkan beli mainan ke toko yang buka 24 jam

5. Anak jadi mengembangkan kreativitas lain untuk ‘memenuhi’ keinginannya. Kalo Rayyis manifestasi misal jadi makin suka smoothies alpukat-santan segar yg biasanya saya bikin (rasanya kan mirip susu ya). Atau malah pura2 makan es krim dari lego2 yg juga disusun sendiri, dan itu aktingnya menikmati banget, lucu hehe.

6. Anak belajar menikmati dan mensyukuri yang sedikit. Jika sudah waktunya,Rayyis terlihat menikmati sekali makan eskrimnya,istilah Jawa-nya dieman2 banget hehehe. Mudah2an nikmat yang lain yang diberikan Allah-pun disyukuri seperti itu ya Nak..

Anak pada dasarnya baik, disiplin, sabar, pintar, mau berusaha & belajar jadi lebih baik.. jika kita sebagai orang tua meyakini itu dan memfasilitasi itu.

Semoga kita semua diberi petunjuk.

Please SHARE, jika dirasa bermanfaat. Thank you 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *