Menasihati di Kala Safar

Diposting 26 March 2016  |  Dalam kategori Uncategorized

Sekolah Rayyis dekat dari rumah. Kami hampir selalu mengantarjemputnya dg berjalan kaki. Suatu pagi ketika sudah sampai didepan sekolah saya menghentikan langkah dan berkata pada Rayyis.

Bunda: Rayyis, Bunda mau bicara sebentar.

Rayyis melihat saya lekat2. Saya berjongkok supaya posisi setara dengannya dan menatap matanya.

Bunda: Rayyis, Mbak D (gurunya) cerita kalau Rayyis masih belum mau gabung bermain sama teman2 ya?

Rayyis : Iya, aku main2 dinosaurus sendiri.

Bunda : Mm, gitu ya.. Main dinosaurus boleh kok. Tapi hari ini tolong dicoba ya main sama teman2. Teman2 baik2 ‘kan? Kalau Rayyis mau coba, seru lho main sm teman2. Mau ya?

Rayyis : Ya.

Bunda: Rayyis ingat kata Rasulullah Sholallahu ‘alayhi wassalam. Barangsiapa yang menjaga silaturahim akan diperluas rizkinya dan dipanjangkan umurnya?

Rayyis: Iya ingat.

Bunda: Artinya kalau Rayyis sayang teman, bermain sama teman2 Allah akan memperluas rizki Rayyis.. Artinya Rayyis akan diberi mainan sm Allah, dijaga kesehatannya, dan lain2nya yang baik2.. Mau ‘kan?

Rayyis: Mau.

Bunda: Oke sip. Dicoba ya main sama teman2.

Saya lalu melepasnya masuk ke kelas sambil berdoa semoga nasihat saya tadi masuk ke hati Rayyis.

Sejak saat itu saya tidak pernah lagi menerima report bahwa Rayyis maunya main sendiri, Rayyis selalu ikut kegiatan bermain sama teman2. Bahkan surprisingly, Rayyis hampir selalu mengajukan diri untuk memimpin doa bermain/makan bekal/pulang. Masya Allah, Bunda bersyukur sekali nak!

Menasihati saat safar (perjalanan) baik dekat maupun jauh dicontohkan oleh Rasulullah Sholallahu ‘alayhi wassalam. Masya Allah, kami sudah berkali2 melihat hasilnya di Rayyis. Maka setiap akan safar saya selalu berusaha untuk menyisipkan nasihat2 buat anak. Juga mempersiapkan diri agar pd kondisi mental yang baik & tenang untuk menasihati, karena mau pake teknik apapun kalau tidak denagn tenang pesan kit tidak akan tersampaikan ke anak.

Nah selain itu tentu, seperti yang disampaikan Ustadz Fauzil Adhiim ketika tabligh akbar di Masjid Jogokariyan, yang lebih menentukan lagi supaya nasihat didengar & diamalkan anak adalah kualitas hubungan antara anak & orang tua alias bonding alias trust.

Penjelasan lebih jauh mengenai hadits “Menasihati di Kala Safar” ini bisa dibaca di buku: Prophetic Parenting by DR. Muhammad Nur Abdur Hafidz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *