Nak, Apalagi Yang Akan Kau Ajarkan Padaku Hari Ini?

Diposting 22 July 2016  |  Dalam kategori Uncategorized
Ayah Bunda Belajar

Nak, apa lagi yang akan kau ajarkan padaku hari ini?

Kau ajarkan aku tentang keajaiban. Ya! Bagaimana bisa dari sesuatu yang tidak ada di dalam tubuhku lalu hadir sesosok manusia kecil yang begitu mengagumkan tumbuh hari demi hari, bulan demi bulan?

Kau ajarkan aku arti ketahanan & penantian saat harus bermual-mual di awal mengandung… Bagaimana aliran hormon mengubah hampir setiap jengkal tubuh dan segala sensasinya….

Kau ajarkan aku arti perjuangan juga kepasrahan padaNya yang saat bersusah payah melahirkanmu…
Sungguh kekuatan memang hanya milik Allah…

Nak, apalagi yang akan kau ajarkan padaku hari ini?

Hari-hari setelah kelahiranmu adalah pengajaran mengenai pengorbanan dan keluar dari zona nyaman saat kau menangis tiada henti, saat kebingungan menyusuimu, saat menimang2mu berletih2 tanpa tidur hingga kau terlelap…

Nak, apalagi yang akan kau ajarkan padaku hari ini?

Kau melatihku keluar dari kebiasaan-kebiasaan buruk dan tidak produktifku saat membiasakanmu ketrampilan2 hidup. Hidup yang sehat, bersih, dan teratur. Demi kesehatanmu tetapi ternyata justru demi kesehatanku….

Kau mengajariku berhati-hati saat berucap. Qaulan sadiida! Berkatalah yang benar. Wah, wah, ternyata selama ini aku masih berucap sekenanya… Yang bisa jadi menjerumuskanmu pada kelemahan..

Nak, apalagi yang akan kau ajarkan padaku hari ini?

Kau mendorongku untuk menghadapi ketakutan-ketakutanku saat harus mengajarimu tentang keberanian, kepercayaan diri…

Kau kenalkan lagi padaku indahnya dunia… Menikmati setiap ciptaan Allah… Menerbitkan lagi rasa heran pada keindahan. Pada semut yang kau ajak main, pada serunya bermain pasir, pada asyiknya berbasah2 dengan air…

Tidak apa berantakan, tidak apa kotor-kotoran, tidak masalah coretan-coretan. Sungguh kau ajarkan padaku, ada proses yang harus dihargai… Ada keindahan dalam pembelajaran… Harus ada kesediaan membiarkan, memberi toleransi…

Nak, apalagi yang akan kau ajarkan padaku hari ini?

Jangan marah maka bagimu surga! Jleb! Langsung terhenyak diri meratapi betapa setiap kemarahanku dapat menghancurkan jutaan sel otakmu. Lagi-lagi kau ajarkan padaku pengelolaan emosi, energi, dan prioritas-prioritasku…

Nak, apalagi yang akan kau ajarkan padaku?

Mendambamu cinta Al-Qur’an… Berharap Al-Qur’an jadi panduan hidupmu… Tetapi ternyata bagaimana bisa, jika akupun tidak setiap kali bersegera pada sang Kitab suci… Bahkan lebih bersegera pada gadget, pada pekerjaan… Astaghfirullah.

Nak, lagi-lagi kau membuatku terhenyak merenungi….

Nak, apalagi yang akan kau ajarkan padaku hari ini?

Berangan kau hanya mengikut Rasulullah Muhammad sholallahu’alayhi wassalam… Mengagumi beliau, cinta beliau… Tetapi mustahil jika aku sendiri ternyata belajar sejarah sirah kisah beliau hanya setengah2 sedikit2 tanpa penghayatan…. Musykil jika ternyata membiarkanmu tergila2 pada tokoh fiksi, tidak nyata, tanpa nilai….

Nak, apalagi yang akan kau ajarkan padaku?

Kuingin kau hanya bergantung pada Allah semata. Kuajarkan padamu kalimat Laa illa ha ilallah. Tetapi lidahku kelu, hatiku terpaku. Apa benar tidak ada yang lain di kalbu ini selain Dia yang Menggenggam Hati Menggenggam Hidup? Iman!

Bagaimana imanku? Oh ya Allah, sungguh wajah lugu ini mengajarkanku mengenal Dia lagi lebih serius, lebih sebenar2nya..
Inginku kau nanti jadi penghuni surga. Inginku kita nanti berkumpul di surga. Inginku kita selamat di kampung akhirat. Tetapi oh ya Allah, aku jadi merenungi bercermin… Sudahkan diri ini pantas mendapat Jannah? Sudahkan diri ini berusaha bersungguh-sungguh? Lagi-lagi kau ajarkan padaku, seseorang tidak dapat mengajarkan apa yang tidak dimilikinya…..

Nak…
Hari demi hari mendampingi tumbuh-mu ternyata bukan aku yang mengajarkanmu tentang hidup… Justru aku yang belajar bagaimana seharusnya hidup itu…

Nak…
Semakin hari engkau semakin menyadarkanku tentang jalan fujur dan jalan taqwa… Membuat diri terus bertanya apakah selama ini telah tanpa sadar menenggelamkan diri dan turut menyeretmu pada jalan fujur?
Tidak, semoga tidak. Semoga kita dengan rahmatNya termasuk yang membersihkan diri, jiwa. Semoga kita termasuk golongan yang beruntung….

Nak…
Betapa seharusnya berjuta rasa syukur aku panjatkan padaNya karena menghadirkanMu… Tetapi aku malah mengkufuri dengan membentakmu, meremehkanmu, mengabaikanmu….

Anakku sayang, mohon maaf berjuta maaf untuk semua ketidaksempurnaan orang tua-mu ini….
Terima kasih untuk semua pelajaran.

***
Apalagi yang akan kau ajarkan padaku hari ini?
Yogyakarta, 10 Juni 2016.
*Semoga menjadi renungan di bulan suci ini. Semoga jadi pelecut untuk taqwa, paling tidak untuk diri saya sendiri.
‪#‎ayahbundabelajar‬

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *