Renungan Pengasuhan : Akhlak Anak

Diposting 4 December 2015  |  Dalam kategori agar balita menurut, balita, batita, perkembangan anak usia dini

Bismillah.

Kita berharap anak berbicara dg santun & lembut.
Sudahkah kita juga berbicara dg penuh penghormatan pdnya? Atau kita sendiri malah tanpa sadar sering berteriak pd wajah kecilnya?

Kita berharap anak lekas mandiri & bertanggung jawab.
Sudahkan kita memberikan kesempatan yg leluasa pdnya utk belajar? Atau kita yg tidak mau repot menunggui prosesnya membereskan ‘hasil belajar’-nya?

Kita berharap anak mau mengerti kondisi yg sedang kita hadapi.
Sudahkah kita juga benar2 menyelami kondisi yg sedang dirasakan anak?
Atau kita malah abai, menganggap hal2 yg dihadapi anak sesuatu yg sepele?

Kita berharap anak mau membantu kegiatan2 kita.
Sudahkah kita membiarkannya terlibat dalam aktivitas kita? Atau kita malah tak sadar mengabaikannya, menganggapnya bantuannya justru merepotkan?

Kita berharap anak mendengarkan apa yang kita nasehatkan.
Sudahkah kita juga menghormati pilihan2nya sekecil apapun? Atau kita menganggapnya masih kecil dan mengecilkan aspirasinya?

Kita berharap anak bersikap hormat, sopan, penyayang.
Sudahkah kita menyaring hal2 yg patut2 saja untuk dilihatnya, didengarnya? Atau kita membiarkan apa saja terpapar padanya sekedarnya?

Children see, children do.

Saat akhlak anak tidak seperti yg kita harapkan,maka siapa yang pertama kali seharusnya kita evaluasi habis2an?

Tentu saja, kita. Orang tua-nya.

Yang bagi anak, adalah orang2 terpenting dalam hidupnya. Idolanya. Cerminan dunia yg ideal menurutnya.

Akhlak kita yang perlu kita perbaiki dg sebenar2nya pd anak kita dahulu. Cerminan akhlak yg sebenarnya justru pd anak, bukan pd atasan, kolega, rekan kerja.

Bukan krn kita yang melahirkan, membesarkan, lalu kita berhak berakhlak seenaknya. Karena suatu saat tubuh mungil yg kita anggap lemah itu akan tumbuh besar dan kuat, saat akhlaknya sudah sulit mau kita ubah.

Anak tidak pernah meminta kita jadi orang tuanya, tetapi kitalah yang mendambakan mereka dari awal.

Bahwa karena anak, maka orang tua bisa ‘naik kelas’ akhlaknya itu benar. Kita justru yg sedang belajar jadi orang baik, bukan hanya anak.

Sayang, maafkan Bunda jika masih begitu banyak kekurangan… Ingatkan Bunda ya, Nak .

Semoga… kita bisa menjadi teladan akhlak yg baik untuk anak2 kita. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *