Tantangan Pengasuhan Zaman Ini

Diposting 22 July 2016  |  Dalam kategori Uncategorized

Yang perlu digarisbawahi:
Zaman sudah berubah. Zaman anak2 kita sekarang sudah beda jauh dengan kita!

Zaman kita SD dulu cuma ada TV, nontonnya paling banter Doraemon. Sekarang gimana? Mau apapun tinggal search di Youtube.

Zaman kita kecil dulu main radius 500 meter dari rumah mungkin masih aman tanpa pengawasan orang tua. Tanah lapang untuk bermain masih kaya. Sekarang apa bisa begitu di kala area2 semakin metropolis?

Zaman kita sekolah dulu games paling banter SEGA dan itu cuma segelintir yang punya, tidak aksesibel. Nah sekarang? Tinggal download aja di apps store.

Kasus kekerasan, bullying, penculikan, perilaku seksual dini meningkat tajam beberapa tahun terakhir, di zaman anak2 kita baru lahir.

Didiklah anakmu sesuai zamanmu, pesan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu. Anak kita berada di zaman yang sama sekali berbeda. Maka kita tidak bisa mengasuh mereka dg cara kita diasuh dulu. Kita tidak bisa lagi berpikir: “Aku dulu digituin baik2 aja kok…They will eventually grow fine…”.

Wake up, everything now is different.

Pengasuhan zaman ini semakin tidak mungkin tanpa dedikasi, kesungguhan, komitmen.

Pengasuhan zaman ini bisa menggelincirkan jika tanpa ilmu, abai untuk belajar, enggan berbenah memperbaiki diri.

Seorang guru pernah berkata: Pengasuhan adalah soal pengambilan keputusan. Kita sebagai orang tua setiap saat mengambil keputusan terkait masa depan sebuah generasi (tidak hanya anak, tetapi sampai ke cucu cicit). Sudahkah kita mengambil keputusan dengan sadar? Atau go with the flow aja?

Pernahkah kita mengkaji ulang keputusan2 kita? Atau kita terlalu terbawa rutinitas, jadi semua berjalan begitu saja?

Anak mungkin saat ini tampak baik-baik saja. Tetapi apa bisa kita menjamin tetap ‘baik-baik saja’ 5 tahun mendatang? 10 tahun mendatang?

Anak bukan sekedar buat lucu-lucuan. Sekedar pelengkap status: menikah & punya anak. Anak dan keputusan-keputusan kita ini akan ditanya Allah nanti di hari akhir.

Fiuh, berat. Memang berat mengemban amanah ini.

Maka mari kita renungkan.

Mari memohon pada Allah di momen ini dimana limpahan rahmatNya betul-betul tercurah.

Semoga Allah menjaga, menyelamatkan anak-anak kita.

Semoga Allah memampukan kita untuk menjalankan amanah dariNya: “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”

Wallahu’alam.
‪#‎selfreminder‬ ‪#‎notetomyself‬ ‪#‎ayahbundabelajar‬

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *