Teruntuk Ibu, yang tengah Galau ❤️

Diposting 26 May 2016  |  Dalam kategori Uncategorized

“Anakku kenapa sih kok ga bisa anteng kayak anaknya si itu?”
“Kok anakku senengnya main sendiri ga kayak temen2nya?”
“Anakku ini kok penakut, takut ini takut itu, kayak gitu aja kok takut. Nanti gimana gedenya?”
“Anak ini, susah banget dibilangin! Apa iya mesti ngomel2 terus…”
“Udah gede kok masiiih aja manja! Apa2 maunya sama Bunda. Kapan mandirinya?”

Aduh, aduh soal anak memang terkadang bikin galau ya Bu. Kepikiraaan terus.
Wahai Ibu, tak apa merasa galau. Tak apa sesekali baper. Tetapi Bu… Mohon ya walau galau ada beberapa hal yang perlu selalu dan selalu kita ingat.

Bahwa Allah itu sempurna ketentuanNya, Allah tidak asal2an memasangkan orang tua dengan buah hatinya. Allah tidak membebankan sesuatu di luar kesanggupan hambaNya. Maka yakinlah Bu, akan ada solusi dari setiap kegalauan tentang si buah hati.

Kemudian Bu, harus pula diingat bahwa ketika menghadapi tantangan pengasuhan anak yang tidak kunjung selesai maka inilah peluang yang Allah buka lebar pada kita untuk belajar hal baru. Karena artinya cara lama, pola pikir yang lama sudah usang tidak ampuh diterapkan lagi pada buah hati.

Anak terlahir memang tidak sepaket dengan manualnya Bu… Tetapi disitulah indahnya. Allah ingin kita menjadi hamba pembelajar. Allah ingin kita naik kelas. Maka jangan sampai kita menuruti pikiran-pikiran kita yang semacam ini:
“Aku tu orangnya ga telaten, beda sama Ibu itu…”
“Aku dasarnya emang ga sabaran, susah mau berubah…”
“Aku bukan lulusan psikologi atau pendidikan. Bedalah sama dia yang udah belajar banyak…”

Perubahan yang kita usahakan tidak hanya menentukan masa depan 1 anak Bu, tetapi bisa sampai 1 generasi. Pola pengasuhan itu terus terwaris sampai cucu, cicit… Dan di hari akhir nanti kita akan ditanya oleh-Nya mengenai ini.

Lalu… penting pula diingat bahwa problema ananda kebanyakan bukan karena memang ada masalah pada dirinya. Tetapi karena Ayah Ibunda belum mengerti kondisi uniknya, kondisi sesungguhnya yang menjadi asbab. Belum pula day by day mengajarinya dengan telaten. Jangan samakan anak dengan kita ya Bu. Setiap anak terlahir fitrah dengan potensi-potensi luar biasa yang menunggu untuk dilejitkan lewat kasih sayang dan pendampingan orang tua.

Maka jangan sampai pula satu dua tingkah laku ananda yang belum tepat menutupi berpuluh kebaikan yang sudah ia lakukan, tetapi lupa dipuji, tetapi tak lagi dihargai. Sehingga ananda memilih berperilaku buruk, karena perilaku buruk yang justru mengundang atensi Ayah dan Ibunda.

Kita ini idola buat manusia-manusia kecil dan lugu itu, Bu. Kita ini orang paling penting sedunia, yang paaaliiiing mereka harapkan ridhonya, perhatiannya, pelukannya, sayangnya. Anak-anak ini berusaha keras untuk tidak mengecewakan kita… Maka sambut setiap usaha dan progress mereka sekecil apapun dengan syukur yang luar biasa.

Satu hal lagi Bu, bahwa jangan sekali-kali merasa harus jadi SuperMom. Pengasuhan paling sempurna adalah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah sholallahu ‘alayhi wassalam. Maka wajar jika kita berbuat salah. Yang penting move on untuk mencari solusi. Jangan sampai rasa bersalah lalu malah memperburuk hubungan kita ke anak. Anak-anak memaafkan jika kita minta maaf dengan sungguh-sungguh. Ya, minta maaf! Tatap matanya atau dekap lalu katakan: “Nak, mohon maaf sudah membuatmu sedih. Bunda akan belajar lagi, Bunda akan berusaha berubah. Ayo kita kerjasama Nak…”

Terakhir Bu yang tak boleh sama sekali terlupa… DOA dan tambah TAQWA adalah solusi yang PASTI. Karena sudah Allah janjikan, doa seorang Ibu tak terhijab dan bahwa dengan bertaqwa akan ada jalan keluar bahkan kemudahan dalam urusan. Mintakan pada Pemiliknya… Mohonkan pada Yang Menitipkannya pada kita… Mendekat padaNya dengan taqwa…

Semoga Allah gantikan galau dengan ketenangan.
Wallahu’alam bi shawab. Mari saling mengingatkan.
Dari seorang Ibunda yang juga sering galau & baper :’)
‪#‎ayahbundabelajar‬

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *