The Power of Father (Part 2)

Bismillah.
Mengapa peran Ayah penting dalam mendidi anak?
Dan mengapa dialog Ayah dan Anak adalah salah satu sarananya?
Konon katanya suara Ayah yang berat dan ngebas cocok untuk menyampaikan instruksi, dibandingkan suara Ibu.
Kalau kesimpulan saya, bagian Ayah adalah menyampaikan visi dan filosofi hidup. Perkataan seorang Ayah membekas di jiwa. Perkataan Ayah -yang baik tentunya- akan menguatkan dan meneguhkan jiwa anak.

***
Berbagai penelitian psikologi perkembangan selama bertahun-tahun menemukan bahwa Peran Ayah dalam mendidik anak yg aktif, supportif, hangat, dan nurturing dalam berdampak positif pada anak. Diantaranya :

1. Skor IQ lebih baik, fungsi kognitif lebih baik, lebih berprestasi secara akademis, lebih banyak nilai A. Hal ini terbukti dari masa balita sampai remaja.
2. Level karir, ekonomi, dan pendidikan yang lebih tinggi sebagai orang dewasa.
3. Kebahagiaan, kepercayaan diri, kesehatan mental.
4. Skill interpersonal yang baik : adaptasi sosial yang baik, kematangan emosi dan sosial, bahkan pernikahan yang sukses
5. Kesehatan fisik lebih baik

***
Ingin share sedikit mengenai parenting ala Papa saya.

“Pilih yang kamu suka, kalau sudah suka sukses akan lebih mudah diraih karena menjalaninya dengan enjoy..”

“Hidup jangan ngejar harta, harta itu seberapapun dikejar ga akan teraih. Kejar ilmu,karena ilmu bermanfaat dibawa mati.. kejar amal jariyah,karena juga akan dibawa mati..”

Nasihat dari Almarhum Papa saya ini selalu terngiang-ngiang di pikiran sampai sekarang. Nasihat ini saya pegang betul-betul dalam menjalani hidup,membuat saya berani mengambil pilihan-pilihan yang tidak biasa dalam hidup, salah satunya ketika memilih berwirausaha. Apa komentar Papa?

“Mau berwirausaha oke saja,tapi selalu pertimbangkan resiko-resiko dalam pengambilan keputusan..”

No judgement, no panic. That’s all i need to move on.. :’)

Papa saya adalah orang sibuk dan ada tahun-tahun dalam hidup saya dimana kami terpisah jarak yang jauh, tetapi seingat saya ketika ada waktu berdua yang kami obrolkan adalah hal-hal penting dalam hidup saya. Dan apa yang Papa bilang seperti hipnotis,langsung saya kerjakan. Sehingga saya heran juga,begitu Papa bilang tidak suka pada salah seorang yang dulunya mau saya jadikan pendamping hidup (bukan Ayahnya Rayyis kok :p),saya tidak ragu-ragu untuk segera putus hubungan..

Dan seingat saya, ini pesan terakhir Papa:
“Q, untuk menghadapi masalah, manusia harus sabar dan tawakal pada Allah. Tawakal artinya mewakilkan hidup kita pada Allah semata. Jika diwakilkan, maka apapun masalah akan terasa ringan karena Allah yang akan mengawal perjalanan hidup kita. Maka mendekat pada Allah sangat perlu dengan memperbanyak amal sholeh, sadaqah, menolong orang lain..”

Perkataan ini selalu saya ingat-ingat terutama ketika masalah rasanya datang bertubi-tubi. Pesan Papa ini mendorong untuk bangkit lagi…

How i miss my Papa.. ;’)

***

Dear Ayah-Ayah & calon-calon Ayah..
Don’t underestimate your power of love to your children..
Your love makes them strong enough to face this tough world.
Sekedar kalimat : Anakku sayang, Ayah yakin kamu bisa.
Bisa meruntuhkan sejuta ragu dan ketakutan anak.
Anak sudah punya potensi luar biasa di dalam dirinya, tugas kita sebagai Ayah dan Ibu-nya adalah menghangatkan dan meneguhkan jiwanya dengan cinta dan dukungan, potensi itu akan melejit dengam sendirinya. Insya Allah. Wallahu’alam.

Bagaimana pengalaman Ayah dan Bunda. Silakan share dengan comment dibawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *