Tidak Ada Anak yang Terlahir Nakal

Diposting 4 January 2015  |  Dalam kategori eksplorasi, growth spurt, nakal, perkembangan emosi anak 2 tahun, positive parenting

Bismillah.
Sedih saya, ketika Rayyis bayi pernah dibilang ‘nakal’ karena sedikit-sedikit menangis minta mimik atau hobi banting barang. Saya heran,karena bagi saya apa yang Rayyis lakukan wajar-wajar saja untuk seorang bayi. Minta mimik terus karena growth spurt, anak saya mau tumbuh besar, bukankah itu good news? Kalau soal banting barang,bayi memang suka melihat efek dari apa yg mereka lakukan dan juga suka dengan suaranya, lt’s learning & it’s fun for them. Let them,it shall pass. Tidak ada anak nakal.

Lebih sedih lagi waktu anak tetangga yang masih 8 bulan dibilang nakal sama yang momong karena kalau di dalam rumah menangis dan minta digendong terus. Duh… dimana sisi nakalnya ya? Anak seperti itu kita justru harus waspada, anak sedang mengirimkan sinyal ketidaknyamanan. Bisa jadi anak bosan kurang stimulasi, bisa jadi ada hal situasional sperti udara yang panas membuat tidak nyaman,bisa juga karena memang kurang afeksi. Sama sekali bukan sebuah kenakalan.

Tidak ada anak yang dilahirkan nakal. Tagline di Buku Nanny 911 ini bener adanya, can’t agree more. Bayi-bayi pintar ini sebetulnya sedang belajar komunikasi, sedang ingin eksplorasi.. wajar dong kalo membuat berantakan dan ribut, agak merepotkan. Otaknya bertumbuh pesat di 2 tahun pertama. Messy, cranky, berisik,worthy enough untuk sebuah pembelajaran. Bukannya lalu dicap nakal, apalagi kalau cap nakal sebetulnya hanya ungkapan kekesalan orang dewasa karena merasa direpotkan. Memang seperti perkembangan emosi anak 1-2 tahun.

Lebih-lebih lagi kalau kekesalan orang dewasa itu dibarengi dengan hukuman fisik. Walau cuma cubitan kecil, it’s BIG NO untuk development anak. Hukuman fisik hanya akan menurunkan kepercayaan diri anak. Anak akan merasa dirinya tidak berharga. Begitu juga dg label ‘nakal’ yang terus menerus disampaikan baik secara lisan maupun dalam hati (Yap, dalam hati! Ketika kita melabel negatif, maka perilaku kita akan menunjukkan sikap yg negatif. Behavior speak louder than words, anak tetap merasakan).

Anak yang sebetulnya aktif,kreatif,smart akan terjebak dg label itu dan suatu saat betul-betul menjadi nakal. Lisan yang dengan mudahnya mencao nakal, suatu hari bisa mengubah seorang anak yg sejatinya smart dan bisa diarahkan ke perilaku yang tepat menjadi seorang penentang, pemberontak. Naudzubillahimindzalik. Mari jaga lisan kita karena lisan ini bisa ikut andil mengubah masa depan seorang anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *